Menjadi penjaga kamar jenazah di rumah sakit tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan tak sedikit peristiwa ganjil dan janggal terjadi.
Jika tak kuat iman, sudah dipastikan tak akan betah melakoni pekerjaan ini. Apalagi jika jenazah yang diterima dalam kondisi tubuh tidak lengkap, selalu saja ada peristiwa mistis yang mengikuti.
Seperti pengalaman Mursito, penjaga kamar jenazah RS PMI Bogor. Ia pernah mengetahui langsung jenazah tiba-tiba bergerak-gerak sendiri.
“Kejadiannya pas malam Jumat, saya lagi jaga di ruang jenazah. Tiba-tiba keranda mayat korban pengeroyokan bergerak sendiri,” ujarnya, dilansir tribunnews.com, Oktober 2015 silam.
Menurut Mursito, peristiwa ini terjadi tak cuma sebentar, tapi sekitar 1 menit. Dia yang tengah sibuk membuat catatan, tiba-tiba dikejutkan oleh gerakan mayat tersebut. “Kejadian itu pas di depan mata saya, saya lagi membuat catatan,” lanjutnya.
Meski bulu kuduknya merinding, Mursito tak lantas meninggalkan ruangan tersebut. Ia malah mendekat ke jenazah dan membisikinya sesuatu.
“Ya sudah saya samperin dan saya tepok-tepok jenazahnya lalu saya tutup kain. Saya bisiki ‘tenang nanti dicariin keluarganya’,” ujar Mursito.
Setelah dibisiki begitu, suasana kembali tenang. Jenazah yang tadinya bergerak sudah diam kembali. Keesokan harinya, keluarga jenazah korban pengeroyokan tersebut datang ke kamar jenazah.
Selain Mursito, Dedi Subandi yang juga penjaga kamar jenazah RS PMI Bogor, juga pernah mengalami peristiwa mistis. Bahkan, ia pernah diganggu saat sedang salat.
“Saya lagi shalat, tiba-tiba di belakang saya ada mahluk gaib, tingginya sebahu saya, terus wajahnya jelek, ada taringnya tajam dan lidahnya menjulur panjang,” tutur Dedi.
Sempat terkejut, Dedi segera berdoa. Tak lama kemudian mahluk menyeramkan itu menghilang. Meski begitu, setelah melihat makhluk-makhluk gaib, biasanya tubuhnya akan terasa ngilu dan panas dingin.
Selain itu, tak jarang jenazah yang datang kondisinya sudah tak utuh. Biasanya yang begini adalah korban kecelakaan.
Dedi pun mengaku punya ritual khusus untuk setiap jenazah yang datang. “Pertama saya berdoa kepada Allah, lalu saya dekati jenazahnya dan saya doakan jenazah tersebut,” ujarnya.
Baru setelahnya ia melakukan identifikasi, seperti memfoto, mencatat data jasad, dan seluruh yang melekat di tubuhnya. “Kalau sudah beres semu baru saya mandikan dan dikafani,” ungkap Dedi.
Apakah anda pernah memiliki pengalaman serupa?

